Sejak
pertama bertemu dengan Angel, aku sudah merasakan ada sesuatu yang berbeda
dalam hatiku. Setiap aku bertemu denganya hatiku selalu terasa damai. Parasnya
yang ayu, suaranya yang lemah lembut, pembawaan nya yang selalu sempurna
dimataku. Membuat Semua masalah yang aku hadapi hilang begitu saja. Hingga aku
sadari bahwa aku mencintai dirinya. Pada awalnya aku berfikir untuk melupakan
perasaan itu. Karena rasanya aku bukan orang yang tepat untuk menjadi
seorang Romeo di hatinya. Tapi
sekuat-kuat apapun aku mencoba melupakan perasaan itu hati ini tak bisa tuk
dibohongi. Apalagi setelah aku mendapat informasi dari temanku Dani kalau Angel
baru saja putus dengan pacarnya dua minggu
yang lalu. Akhirnya pada suatu malam yang dingin aku mencoba mendekatinya
dengan mengirim sebuah sms kepadanya.
Asallamu’alaikum itulah bunyi sms pertamaku,
meskipun aku hanya bermaksud iseng ternyata, Angel membalas smsku.
Wa’alaikumsalam Rendi, ada apa? Nggak biasanya sms aku. Begitulah balasan darinya.betapa bahagianya hatiku menbaca
balasan smsnya, meskipun cuma sms biasa
tapi itu mempunyai makna lebih buatku.
Nggak
ada apa-apa, cuma iseng. Ehg besuk sore kamu ada acara nggak? smsku
untuk kedua kalinya.
Kayaknya besuk aku nggak ada acara. Emangnya ada apa
ren? balasnya
Kalau nggak ada acara, besuk sore aku ajak jalan mau
nggak? Tanyaku dengan penuh harapan.
Boleh juga, tapi pulangnya jangan malem-malem ya….jawabnya.
OK, Ngel. Besuk jam 16.30 kamu aku jemput dirumahmu.
Balasku dengan perasaan bahagia, yang
tak pernah terbayangkan olehku sebelumnya.
Ya, aku tunggu kedatanganmu. jawabnya
Sesuai dengan janjiku kemarin pukul
16.30 aku kerumahnya. Ternyata dia sudah menunggu di teras rumahnya. Kebetulan
orang tuanya sedang pergi ke luar kota. Jadi tanpa basa-basi aku langsung ajak
dia keluar. Ternyata Angel orangnya
sangat baik, orangnya diajak omongan nyambung, nggak minta yang aneh-aneh,
pokoknya kesan pertama jalan membuatku semakin sayang dan cinta padanya. Apalagi dilihat dari
ekspresi dan raut wajahnya sepertinya dia juga senang jalan denganku. Semakin
membuatku bertanya-tanya apakah dia juga cinta padaku?? Tidak berhenti disitu, tiap malam kami selalu berbalas sms.
Minggu depannya aku ajak Angel jalan lagi, tapi kali ini aku berniat untuk
menyatakan perasaanku padanya. Ketika mengantarkan Angel pulang sampai di depan
rumahnya, aku mengutarakan perasaanku padanya.
“Ngel aku mau bicara sesuatu padamu, serius.” kata
pertamaku
“Bicara apa ngomong aja.”jawabnya.
“Ngel aku………” ucapku dengan ragu-ragu, karena takut
ditolak
“Aku apa??” jawabnya dengan penuh rasa penasaran.
“Ngel aku sayang
padamu, dan kamu mau nggak jadi pacarku.” Kataku.
“Ahh kamu ini Ren,
jangan bercanda.”jawabnya sambil senyum-senyum.
“Aku nggak bercanda, sejak pertama kita bertemu di MOS
sekolah tahun lalu aku sudah merasakan benih-benih cinta tumbuh dihatiku. Tapi
aku nggak berani menyatakan perasaan itu, karena kamu sudah punya pacar. Ngel
tolong jawab, kamu mau nggak jadi pacarku?”
tanyaku dengan penuh keseriusan.
Setelah cukup lama aku menunggu Angel menganggukkan kepalanya, sambil mengucapkan “ya Ren, aku mau.”.
“Serius?” tanyaku sekali lagi.
“Iya Ren, sejak
pertama kita bertemu sebenarnya aku juga punya perasaan yang sama
denganmu.”jawabnya.
Betapa bahagianya perasaanku malam itu,
mungkin Angel juga merasakan hal yang sama.
Akhirnya sejak malam itu kami jadian.
Namun, masalah mulai muncul ketika kami lulus SMA. Ternyata kedua orang tua
kami tidak menyetujui hubungan kami dengan argumennya masing-masing. Dari orang
tuaku tidak setuju karena menurut hitungan jawa anak nomer satu (aku) tidak boleh
menikah dengan anak nomer tiga (Angel). Karena menurut orang jawa jika itu terjadi akan
menimbulkan malapetaka. Kehidupan rumah tangganya tidak akan harmonis, biasanya
mereka yang melanggar aturan itu tidak lama usai pernikahan akan bercerai, atau
salah satu pasangan meninggal, atau bia juga salah satu dari orang tua mereka
akan meninggal.
Namun masalah yang lebih menyayat hatiku
datang dari pihak orang tua Angel. Ternyata Angel sudah dijodohkan oleh
orangtua Angel dengan Sony, Sony adalah anak
dari teman dekatnya ayah Angel.
Sebenarnya aku sudah memutuskan untuk
mengakhiri hubungan ini. Tapi aku harus menjelaskan kepada Angel. Akhirnya kami memutuskan untuk bertemu ditempat
pertama kita jalan yakni di taman kota.
Dengan air mata Angel yang terus mengalir tak rela jika kami harus
berpisah, membuatku tak mampu untuk mengatakan You and I end. Namun setelah aku fikir matang-matang
akhirnya aku tarik kesimpulan bahwasanya sebuah hubungan memang tidak akan bisa
lancar tanpa adanya restu dari orang tua masing-masing.
Akhirnya ketika mengantarkan Angel
pulang, sampai di depan rumahnya aku memberanikan diri untuk mengambil keputusan. Meskipun semua itu akan
membuat hatiku dan hati Angel hancur.
“Ngel sepertinya hubungan harus kita ahiri cukup sampai disini…..” Ucapku yang di potong Angel.
“Apa???? Enggakkkk Ren……pokoknya
aku
enggak mau berpisah dengan kamu.”
Jawabnya dengan air mata yang makin deras mengalir.
“Ssstttt… dengarkan aku. Aku juga nggak mau berpisah
denganmu tapi terima saja, kurasa ini pilihan yang terbaik. Karena meskipun
kita memaksakan untuk melanjutkan
hubungan kita, tanpa adanya restu dari orang tua semuanya terasa imposible.
Sudah jangan menangis lagi karena itu membuatku semakin sakit.” Ucapku sambil
kupeluk dia dan berusaha membuatnya tenang.
“Nggak, Ren aku nggak
mau kalau kita harus berpisah.” Jawabnya.
“Ngel, tatap mataku. Yang harus kamu
ingat adalah pertama aku selalu sayang sama sama kamu. Kedua kamu akan selalu
menjadi satu-satunya bintang yang menyinari hatiku, dan ketiga cinta tak harus
memiliki. Selamat tingggal aku do’akan
hidupmu bahagia selamanya.” Kataku sambil kulepas pelukanku dan kutinggalkan
dia. Meskipun dengan perasaan yang hancur lebur nggak karuan, aku terus mencoba
lari dari kenyataan kalau aku masih cinta padanya, dan aku yakin Angel juga
merasakan hal yang sama.
Usai malam itu aku selalu menghindar
dari Angel yang masih mencoba untuk menemui aku. Meski itu membuatku semakin
sakit, tapi akhirnya kini aku mengerti makna sesungguhnya kata cinta tak harus
memiliki.