Jumat, 04 Juli 2014

Karya Sendiri : Cerpen "CINTA TAK HARUS MEMILIKI"



        Sejak pertama bertemu dengan Angel, aku sudah merasakan ada sesuatu yang berbeda dalam hatiku. Setiap aku bertemu denganya hatiku selalu terasa damai. Parasnya yang ayu, suaranya yang lemah lembut, pembawaan nya yang selalu sempurna dimataku. Membuat Semua masalah yang aku hadapi hilang begitu saja. Hingga aku sadari bahwa aku mencintai dirinya. Pada awalnya aku berfikir untuk melupakan perasaan itu. Karena rasanya aku bukan orang yang tepat untuk menjadi seorang  Romeo di hatinya. Tapi sekuat-kuat apapun aku mencoba melupakan perasaan itu hati ini tak bisa tuk dibohongi. Apalagi setelah aku mendapat informasi dari temanku Dani kalau Angel baru saja putus dengan pacarnya dua minggu yang lalu. Akhirnya pada suatu malam yang dingin aku mencoba mendekatinya dengan mengirim sebuah sms kepadanya.
 Asallamu’alaikum itulah bunyi sms pertamaku, meskipun aku hanya bermaksud iseng ternyata, Angel membalas smsku.
 Wa’alaikumsalam Rendi, ada apa? Nggak biasanya sms aku.  Begitulah balasan darinya.betapa bahagianya hatiku menbaca balasan smsnya, meskipun cuma sms biasa tapi itu mempunyai makna lebih buatku.
Nggak ada apa-apa, cuma iseng. Ehg besuk sore kamu ada acara nggak? smsku untuk kedua kalinya.
Kayaknya besuk aku nggak ada acara. Emangnya ada apa ren? balasnya
Kalau nggak ada acara, besuk sore aku ajak jalan mau nggak? Tanyaku dengan penuh harapan.
Boleh juga, tapi pulangnya jangan malem-malem ya….jawabnya.
OK, Ngel. Besuk jam 16.30 kamu aku jemput dirumahmu. Balasku dengan perasaan bahagia, yang tak pernah terbayangkan olehku sebelumnya.
Ya, aku tunggu kedatanganmu. jawabnya
Sesuai dengan janjiku kemarin pukul 16.30 aku kerumahnya. Ternyata dia sudah menunggu di teras rumahnya. Kebetulan orang tuanya sedang pergi ke luar kota. Jadi tanpa basa-basi aku langsung ajak dia keluar. Ternyata Angel orangnya sangat baik, orangnya diajak omongan nyambung, nggak minta yang aneh-aneh, pokoknya kesan pertama jalan membuatku semakin sayang  dan cinta padanya. Apalagi dilihat dari ekspresi dan raut wajahnya sepertinya dia juga senang jalan denganku. Semakin membuatku bertanya-tanya apakah dia juga cinta padaku?? Tidak berhenti disitu, tiap malam kami selalu berbalas sms.
Minggu depannya aku ajak Angel jalan lagi, tapi kali ini aku berniat untuk menyatakan perasaanku padanya. Ketika mengantarkan Angel pulang sampai di depan rumahnya, aku mengutarakan perasaanku padanya.
Ngel aku mau bicara sesuatu padamu, serius.” kata pertamaku
Bicara apa ngomong aja.”jawabnya.
Ngel aku………” ucapku dengan ragu-ragu, karena takut ditolak
Aku apa??” jawabnya dengan penuh rasa penasaran.
Ngel aku sayang padamu, dan kamu mau nggak jadi pacarku.” Kataku.
Ahh kamu ini Ren, jangan bercanda.”jawabnya sambil senyum-senyum.
Aku nggak bercanda, sejak pertama kita bertemu di MOS sekolah tahun lalu aku sudah merasakan benih-benih cinta tumbuh dihatiku. Tapi aku nggak berani menyatakan perasaan itu, karena kamu sudah punya pacar. Ngel tolong jawab, kamu mau nggak jadi pacarku?” tanyaku dengan penuh keseriusan.
Setelah cukup lama aku menunggu Angel menganggukkan kepalanya, sambil mengucapkan “ya Ren, aku mau.”.
Serius?” tanyaku sekali lagi.
Iya Ren, sejak pertama kita bertemu sebenarnya aku juga punya perasaan yang sama denganmu.”jawabnya.
Betapa bahagianya perasaanku malam itu, mungkin Angel juga merasakan hal yang sama.  
Akhirnya sejak malam itu kami jadian. Namun, masalah mulai muncul ketika kami lulus SMA. Ternyata kedua orang tua kami tidak menyetujui hubungan kami dengan argumennya masing-masing. Dari orang tuaku tidak setuju karena menurut hitungan jawa anak nomer satu (aku) tidak boleh menikah dengan anak nomer tiga (Angel). Karena menurut orang jawa jika itu terjadi akan menimbulkan malapetaka. Kehidupan rumah tangganya tidak akan harmonis, biasanya mereka yang melanggar aturan itu tidak lama usai pernikahan akan bercerai, atau salah satu pasangan meninggal, atau bia juga salah satu dari orang tua mereka akan meninggal.
Namun masalah yang lebih menyayat hatiku datang dari pihak orang tua Angel. Ternyata Angel sudah dijodohkan oleh orangtua Angel dengan Sony, Sony adalah anak dari teman dekatnya ayah Angel.
Sebenarnya aku sudah memutuskan untuk mengakhiri hubungan ini. Tapi aku harus menjelaskan kepada Angel. Akhirnya  kami memutuskan untuk bertemu ditempat pertama kita jalan yakni di taman kota.
Dengan air mata Angel  yang terus mengalir tak rela jika kami harus berpisah, membuatku tak mampu untuk mengatakan You and I end. Namun setelah aku fikir matang-matang akhirnya aku tarik kesimpulan bahwasanya sebuah hubungan memang tidak akan bisa lancar tanpa adanya restu dari orang tua masing-masing.
Akhirnya ketika mengantarkan Angel pulang, sampai di depan rumahnya aku memberanikan diri untuk  mengambil keputusan. Meskipun semua itu akan membuat hatiku dan hati Angel hancur.
Ngel sepertinya hubungan harus kita ahiri cukup sampai disini…..” Ucapku yang di potong Angel.
Apa???? Enggakkkk Ren……pokoknya aku enggak mau berpisah dengan kamu.” Jawabnya dengan air mata yang makin deras mengalir.
Ssstttt… dengarkan aku. Aku juga nggak mau berpisah denganmu tapi terima saja, kurasa ini pilihan yang terbaik. Karena meskipun kita memaksakan untuk  melanjutkan hubungan kita, tanpa adanya restu dari orang tua semuanya terasa imposible. Sudah jangan menangis lagi karena itu membuatku semakin sakit.” Ucapku sambil kupeluk dia dan berusaha membuatnya tenang.
Nggak, Ren aku nggak mau kalau kita harus berpisah.” Jawabnya.
“Ngel, tatap mataku. Yang harus kamu ingat adalah pertama aku selalu sayang sama sama kamu. Kedua kamu akan selalu menjadi satu-satunya bintang yang menyinari hatiku, dan ketiga cinta tak harus memiliki.  Selamat tingggal aku do’akan hidupmu bahagia selamanya.” Kataku sambil kulepas pelukanku dan kutinggalkan dia. Meskipun dengan perasaan yang hancur lebur nggak karuan, aku terus mencoba lari dari kenyataan kalau aku masih cinta padanya, dan aku yakin Angel juga merasakan hal yang sama.
Usai malam itu aku selalu menghindar dari Angel yang masih mencoba untuk menemui aku. Meski itu membuatku semakin sakit, tapi akhirnya kini aku mengerti makna sesungguhnya kata cinta tak harus memiliki.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar