Kamis, 10 Juli 2014

Adzan Terakhir Sahabat Bilal

Semua pasti tahu, bahwa pada masa Nabi, setiap masuk waktu sholat, maka yang mengkumandankan adzan adalah Bilal bin Rabah. Bilal ditunjuk karena memiliki suara yang indah. Pria berkulit hitam asal Afrika itu mempunyai suara emas yang khas. Posisinya semasa Nabi tak tergantikan oleh siapapun, kecuali saat perang saja, atau saat keluar kota bersama Nabi. Karena beliau tak pernah berpisah dengan Nabi, kemanapun Nabi pergi. Hingga Nabi menemui Allah ta’ala pada awal 11 Hijrah. Semenjak itulah Bilal menyatakan diri tidak akan mengumandangkan adzan lagi. Ketika Khalifah Abu Bakar Ra. memintanya untuk jadi mu’adzin kembali, dengan hati pilu nan sendu bilal berkata: “Biarkan aku jadi muadzin Nabi saja. Nabi telah tiada, maka aku bukan muadzin siapa-siapa lagi.”
Abu Bakar terus mendesaknya, dan Bilal pun bertanya: “Dahulu, ketika engkau membebaskanku dari siksaan Umayyah bin Khalaf. Apakah engkau membebaskanku karena dirimu apa karena Allah?.” Abu Bakar Ra. hanya terdiam. “Jika engkau membebaskanku karena dirimu, maka aku bersedia jadi muadzinmu. Tetapi jika engkau dulu membebaskanku karena Allah, maka biarkan aku dengan keputusanku.” Dan Abu Bakar Ra. pun tak bisa lagi mendesak Bilal Ra. untuk kembali mengumandangkan adzan.
Kesedihan sebab ditinggal wafat Nabi Saw., terus mengendap di hati Bilal Ra. Dan kesedihan itu yang mendorongnya meninggalkan Madinah, dia ikut pasukan Fath Islamy menuju Syam, dan kemudian tinggal di Homs, Syria. Lama Bilal Ra tak mengunjungi Madinah, sampai pada suatu malam, Nabi Saw hadir dalam mimpi Bilal, dan menegurnya: “Ya Bilal, wa maa hadzal jafa’? Hai Bilal, kenapa engkau tak mengunjungiku? Kenapa sampai begini?.” Bilal pun bangun terperanjat, segera dia mempersiapkan perjalanan ke Madinah, untuk ziarah pada Nabi. Sekian tahun sudah dia meninggalkan Nabi.
Setiba di Madinah, Bilal bersedu sedan melepas rasa rindunya pada Nabi Saw., pada sang kekasih. Saat itu, dua pemuda yang telah beranjak dewasa, mendekatinya. Keduanya adalah cucunda Nabi Saw., Hasan dan Husein. Sembari mata sembab oleh tangis, Bilal yang kian beranjak tua memeluk kedua cucu Nabi Saw itu. Salah satu dari keduanya berkata kepada Bilal Ra.: “Paman, maukah engkau sekali saja mengumandangkan adzan buat kami? Kami ingin mengenang kakek kami.” Ketika itu, Umar bin Khattab yang telah jadi Khalifah juga sedang melihat pemandangan mengharukan itu, dan beliau juga memohon Bilal untuk mengumandangkan adzan, meski sekali saja.
Bilal pun memenuhi permintaan itu. Saat waktu shalat tiba, dia naik pada tempat dahulu biasa dia adzan pada masa Nabi Saw masih hidup. Mulailah dia mengumandangkan adzan. Saat lafadz “Allahu Akbar” dikumandangkan olehnya, mendadak seluruh Madinah senyap, segala aktifitas terhenti, semua terkejut, suara yang telah bertahun-tahun hilang, suara yang mengingatkan pada sosok nan agung, suara yang begitu dirindukan, itu telah kembali. Ketika Bilal meneriakkan kata “Asyhadu an laa ilaha illallah”, seluruh isi kota madinah berlarian ke arah suara itu sembari berteriak, bahkan para gadis dalam pingitan mereka pun keluar.
Dan saat bilal mengumandangkan “Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah”, Madinah pecah oleh tangisan dan ratapan yang sangat memilukan. Semua menangis, teringat masa-masa indah bersama Nabi, Umar bin Khattab yang paling keras tangisnya. Bahkan Bilal sendiri pun tak sanggup meneruskan adzannya, lidahnya tercekat oleh air mata yang berderai.
Hari itu, madinah mengenang masa saat masih ada Nabi Saw. Tak ada pribadi agung yang begitu dicintai seperti Nabi Saw. Dan adzan itu, adzan yang tak bisa dirampungkan itu, adalah adzan pertama sekaligus adzan terakhirnya Bilal Ra, semenjak Nabi Saw wafat. Dia tak pernah bersedia lagi mengumandangkan adzan, sebab
kesedihan yang sangat segera mencabik-cabik hatinya mengenang seseorang yang karenanya dirinya derajatnya terangkat begitu tinggi.
Semoga kita dapat merasakan nikmatnya Rindu dan Cinta seperti yang Allah karuniakan kepada Sahabat Bilal bin Rabah Ra. Dan bisa bertemu dg kekasih kita Rosulullah dalam surga nanti. Aamiin


Jumat, 04 Juli 2014

Himpunan Mahasiswa Statistika (Himasta) Undip

HIMASTA UNDIP

Assalamu'alaikum, kawan kawan semua. Ane mau cerita dikit tentang organisasi yang ada di jurusan ane.
1. Himpunan mahasiswa
baca dulu nih gan sejarahnya http://skaryadi.blogspot.com/2012/12/sejarah-himasta.html
kalau mau tau info lebih lengkapnya buka nih web nya Himasta dan temukan rahasia-rahasia di dalamnya wkwk #SemogaNemu :p
website : http://himasta.stat.undip.ac.id/ atau Twitter : @Himasta_Undip
Nih logonya>>>> keren kannn hihihi


Selain ada Himpunan Mahasiswa jurusan ane juga ada Bironya, ngga cuma satu loh gan ada 3 ngga banyak juga sih tapi kece kece tentunya hehehe, biro yang pertama baca qur'an dan maknanya #ehg jadi kebawa suasana puasa nih, hehe maap yakk, serius nih :

1. Naungan Ukhuah Iman dan Islam Statistika (NUANSA)

Biro tentang Kerohanian Islam gitu, cocok banget dah buat mahasiswa yang katanya mahasiswa tuh tempat nya buat nakal-nakalan. Karena jauh dari orang tuaa, dari pada nakal mending ikut kajian NUANSA hehehe
More Info : http://stat-nuansa.blogspot.com/
twitter : @NuansaUndip

Nih logonya ngga kalah keren lebih adem lagi hehehe :


 2. Statistics Center (SC)
Penjelaasan Singkat mengenai SC yakni, pusat kajian dan pengembangan ilmu statistik di dalam lingkup Himpunan Mahasiswa Statistika yang secara garis besar arahan kerjanya memiliki dua konsentrasi pengembangan, yaitu pengembangan basic keilmuan yang mengacu pada peningkatan prestasi mahasiswa secara umum serta pengembangan softskill kewirausahaan mahasiswa.
More info : http://scundip.blogspot.com/
Twitter : @statcenterundip
Nih Logonya :D :

3. Biro Olah Raga Dan Seni Statistika (BIOSS)
Dari Namanya kayaknya ngga usah dikasih penjelasan kayaknya udah pada paham nih biro apaan, yappps nih biro yang mengurusi olahraga mulai dari futsal, sepakbola, basket badminton, Akustik dll.. biro ini nih yang mengurusi Atlet nya dari pemilihan atlet sampai latihan rutin :) Mangatttssss
More Info : http://biossundip.blogspot.com/
Twitter : @BIOSSUNDIP
Biar lengkap nih logonya BIOSS :D


Sekian postingan saya sore hari ini, semoga bermanfaat wabillahi taufik wal hidayah #ehg udah kayak sambutan aja wkwk..

Selamat menunaikan Ibadah Puasa gaess.....................












Karya Sendiri : Cerpen "CINTA TAK HARUS MEMILIKI"



        Sejak pertama bertemu dengan Angel, aku sudah merasakan ada sesuatu yang berbeda dalam hatiku. Setiap aku bertemu denganya hatiku selalu terasa damai. Parasnya yang ayu, suaranya yang lemah lembut, pembawaan nya yang selalu sempurna dimataku. Membuat Semua masalah yang aku hadapi hilang begitu saja. Hingga aku sadari bahwa aku mencintai dirinya. Pada awalnya aku berfikir untuk melupakan perasaan itu. Karena rasanya aku bukan orang yang tepat untuk menjadi seorang  Romeo di hatinya. Tapi sekuat-kuat apapun aku mencoba melupakan perasaan itu hati ini tak bisa tuk dibohongi. Apalagi setelah aku mendapat informasi dari temanku Dani kalau Angel baru saja putus dengan pacarnya dua minggu yang lalu. Akhirnya pada suatu malam yang dingin aku mencoba mendekatinya dengan mengirim sebuah sms kepadanya.
 Asallamu’alaikum itulah bunyi sms pertamaku, meskipun aku hanya bermaksud iseng ternyata, Angel membalas smsku.
 Wa’alaikumsalam Rendi, ada apa? Nggak biasanya sms aku.  Begitulah balasan darinya.betapa bahagianya hatiku menbaca balasan smsnya, meskipun cuma sms biasa tapi itu mempunyai makna lebih buatku.
Nggak ada apa-apa, cuma iseng. Ehg besuk sore kamu ada acara nggak? smsku untuk kedua kalinya.
Kayaknya besuk aku nggak ada acara. Emangnya ada apa ren? balasnya
Kalau nggak ada acara, besuk sore aku ajak jalan mau nggak? Tanyaku dengan penuh harapan.
Boleh juga, tapi pulangnya jangan malem-malem ya….jawabnya.
OK, Ngel. Besuk jam 16.30 kamu aku jemput dirumahmu. Balasku dengan perasaan bahagia, yang tak pernah terbayangkan olehku sebelumnya.
Ya, aku tunggu kedatanganmu. jawabnya
Sesuai dengan janjiku kemarin pukul 16.30 aku kerumahnya. Ternyata dia sudah menunggu di teras rumahnya. Kebetulan orang tuanya sedang pergi ke luar kota. Jadi tanpa basa-basi aku langsung ajak dia keluar. Ternyata Angel orangnya sangat baik, orangnya diajak omongan nyambung, nggak minta yang aneh-aneh, pokoknya kesan pertama jalan membuatku semakin sayang  dan cinta padanya. Apalagi dilihat dari ekspresi dan raut wajahnya sepertinya dia juga senang jalan denganku. Semakin membuatku bertanya-tanya apakah dia juga cinta padaku?? Tidak berhenti disitu, tiap malam kami selalu berbalas sms.
Minggu depannya aku ajak Angel jalan lagi, tapi kali ini aku berniat untuk menyatakan perasaanku padanya. Ketika mengantarkan Angel pulang sampai di depan rumahnya, aku mengutarakan perasaanku padanya.
Ngel aku mau bicara sesuatu padamu, serius.” kata pertamaku
Bicara apa ngomong aja.”jawabnya.
Ngel aku………” ucapku dengan ragu-ragu, karena takut ditolak
Aku apa??” jawabnya dengan penuh rasa penasaran.
Ngel aku sayang padamu, dan kamu mau nggak jadi pacarku.” Kataku.
Ahh kamu ini Ren, jangan bercanda.”jawabnya sambil senyum-senyum.
Aku nggak bercanda, sejak pertama kita bertemu di MOS sekolah tahun lalu aku sudah merasakan benih-benih cinta tumbuh dihatiku. Tapi aku nggak berani menyatakan perasaan itu, karena kamu sudah punya pacar. Ngel tolong jawab, kamu mau nggak jadi pacarku?” tanyaku dengan penuh keseriusan.
Setelah cukup lama aku menunggu Angel menganggukkan kepalanya, sambil mengucapkan “ya Ren, aku mau.”.
Serius?” tanyaku sekali lagi.
Iya Ren, sejak pertama kita bertemu sebenarnya aku juga punya perasaan yang sama denganmu.”jawabnya.
Betapa bahagianya perasaanku malam itu, mungkin Angel juga merasakan hal yang sama.  
Akhirnya sejak malam itu kami jadian. Namun, masalah mulai muncul ketika kami lulus SMA. Ternyata kedua orang tua kami tidak menyetujui hubungan kami dengan argumennya masing-masing. Dari orang tuaku tidak setuju karena menurut hitungan jawa anak nomer satu (aku) tidak boleh menikah dengan anak nomer tiga (Angel). Karena menurut orang jawa jika itu terjadi akan menimbulkan malapetaka. Kehidupan rumah tangganya tidak akan harmonis, biasanya mereka yang melanggar aturan itu tidak lama usai pernikahan akan bercerai, atau salah satu pasangan meninggal, atau bia juga salah satu dari orang tua mereka akan meninggal.
Namun masalah yang lebih menyayat hatiku datang dari pihak orang tua Angel. Ternyata Angel sudah dijodohkan oleh orangtua Angel dengan Sony, Sony adalah anak dari teman dekatnya ayah Angel.
Sebenarnya aku sudah memutuskan untuk mengakhiri hubungan ini. Tapi aku harus menjelaskan kepada Angel. Akhirnya  kami memutuskan untuk bertemu ditempat pertama kita jalan yakni di taman kota.
Dengan air mata Angel  yang terus mengalir tak rela jika kami harus berpisah, membuatku tak mampu untuk mengatakan You and I end. Namun setelah aku fikir matang-matang akhirnya aku tarik kesimpulan bahwasanya sebuah hubungan memang tidak akan bisa lancar tanpa adanya restu dari orang tua masing-masing.
Akhirnya ketika mengantarkan Angel pulang, sampai di depan rumahnya aku memberanikan diri untuk  mengambil keputusan. Meskipun semua itu akan membuat hatiku dan hati Angel hancur.
Ngel sepertinya hubungan harus kita ahiri cukup sampai disini…..” Ucapku yang di potong Angel.
Apa???? Enggakkkk Ren……pokoknya aku enggak mau berpisah dengan kamu.” Jawabnya dengan air mata yang makin deras mengalir.
Ssstttt… dengarkan aku. Aku juga nggak mau berpisah denganmu tapi terima saja, kurasa ini pilihan yang terbaik. Karena meskipun kita memaksakan untuk  melanjutkan hubungan kita, tanpa adanya restu dari orang tua semuanya terasa imposible. Sudah jangan menangis lagi karena itu membuatku semakin sakit.” Ucapku sambil kupeluk dia dan berusaha membuatnya tenang.
Nggak, Ren aku nggak mau kalau kita harus berpisah.” Jawabnya.
“Ngel, tatap mataku. Yang harus kamu ingat adalah pertama aku selalu sayang sama sama kamu. Kedua kamu akan selalu menjadi satu-satunya bintang yang menyinari hatiku, dan ketiga cinta tak harus memiliki.  Selamat tingggal aku do’akan hidupmu bahagia selamanya.” Kataku sambil kulepas pelukanku dan kutinggalkan dia. Meskipun dengan perasaan yang hancur lebur nggak karuan, aku terus mencoba lari dari kenyataan kalau aku masih cinta padanya, dan aku yakin Angel juga merasakan hal yang sama.
Usai malam itu aku selalu menghindar dari Angel yang masih mencoba untuk menemui aku. Meski itu membuatku semakin sakit, tapi akhirnya kini aku mengerti makna sesungguhnya kata cinta tak harus memiliki.

Marhaban Ya Ramadhan

Bantu Share dari situs sebelah, semoga bermanfaat :D
Tulisan ini bertujuan, menambah semangat kawan-kawan muslimin muslimat semangat Tarawih. Monggo di simak :
Dari Ali bin Abi Thalib berkata : “Aku bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tentang keutamaan (shalat) Tarawih di bulan Ramadhan lalu beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata:
Di malam ke-1: Dosa-dosa orang yang beriman keluar darinya pada malam pertama seperti hari dilahirkan ibunya.
Di malam ke-2: Dirinya diampuni juga (dosa) kedua orang tuannya jika keduanya beriman.
Di malam ke-3: Malaikat memanggil dari bawah ‘Arsy: ‘Mulailah beramal, semoga Allah mengampuni dosamu yang lalu!’
Di malam ke-4: Baginya pahala seperti pahala membaca Taurat, Injil, Zabur dan Al Furqan (Al Qur’an).
Di malam ke-5: Allah memberinya pahala seperti orang yang shalat di Masjidil Haram, Masjid Madinah, dan Masjid Aqsha.
Di malam ke-6: Allah memberinya pahala seperti orang yang melakukan thawaf mengelilingi Baitul Makmur dan bebatuan pun memohonkan ampunan baginya.
Di malam ke-7: Seakan-akan dia bertemu Musa as dan kemenangannya atas firaun dan Haman.
Di malam ke-8: Allah memberikan kepadanya seperti apa yang telah diberikan-Nya kepada Ibrahim ‘Alaihis Salam.
Di malam ke-9: Seakan-akan dia beribadah kepada Allah seperti ibadahnya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
Di malam ke-10: Allah memberikan rezeki kepadanya kebaikan dunia dan akhirat.
Di malam ke-11: Dirinya keluar dari dunia seperti hari kelahirannya dari rahim ibunya.
Di malam ke-12: Pada hari kiamat dirinya akan datang seperti bulan di malam purnama.
Di malam ke-13: Pada hari kiamat dia akan datang dengan keamanan dari segala keburukan.
Di malam ke-14: Malaikat datang untuk menyaksikannya shalat taraweh dan kelak Allah tidak akan menghisabnya pada hari kiamat.
Di malam ke-15: Para malaikat dan para malaikat pembawa Arsy dan kursi bershalawat kepadanya.
Di malam ke-16: Allah Subhanahu wa Ta’ala menetapkan baginya kebebasan dari api neraka dan dimasukan ke surga.
Di malam ke-17: Diberikan pahala seperti pahala para Nabi.
Di malam ke-18: Para malaikat memanggil, ‘Wahai Abdullah, sesungguhnya Allah telah meridhaimu dan meridhai kedua orang tuamu.’
Di malam ke-19: Allah mengangkat derajatnya di surga Firdaus.
Di malam ke-20: Dia diberikan pahala para syuhada dan orang-orang shaleh.
Di malam ke-21: Allah membangunkan baginya sebuah rumah dari cahaya di surga.
Di malam ke-22: Pada hari kiamat ia akan datang dengan rasa aman dari semua kesulitan dan kecemasan.
Di malam ke-23: Allah membangun baginya sebuah kota di surga.
Di malam ke-24: Dikatakan kepadanya, ‘Ada 24 doa yang dikabulkan.’
Di malam ke-25: Allah mengangkat siksa kubur darinya.
Di malam ke-26: Allah mengangkatnya seperti pahala 40 ulama.
Di malam ke-27: Pada hari kiamat ia akan melintasi Shirathul Mustaqim bagai kilat yang menyambar.
Di malam ke-28: Allah mengangkatnya 1000 derajat di surga.
Di malam ke-29: Allah memberikan ganjaran baginya 1000 hujjah (argumentasi) yang dapat diterima.
Di malam ke-30: Allah berfirman: Wahai hamba-Ku makanlah dari buah-buahan surga dan mandilah dari air Salsabila.”
Perlu di pahami juga Status Haditsnya :
  1. Al Lajnah Ad Daimah Li al Buhuts Al Ilmiyah wa Al Ifta dalam fatwanya nomor 8050 menyebutkan bahwa hadits tersebut tidak memiliki landasan dan termasuk dalam hadits-hadits dusta terhadap Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam.
  2. DR. Lutfi Fathullah, penulis disertasi tahqiq kitab Durratun Nashihin mengatakan: “Ada sekitar 30 persen hadits palsu dalam kitab Durratun Nashihin. Di antaranya adalah hadits tentang fadhilah atau keutaman shalat tarawih, (yaitu) dari Ali Radhiallahu ‘Anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaih wa sallam ditanya tentang keutamaan shalat tarawih, (lalu beliau bersabda) malam pertama pahalanya sekian, malam kedua sekian, dan sampai malam ketiga puluh.Hadits tersebut tidak masuk akal. Selain itu, jika seseorang mencari hadits tersebut di kitab-kitab referensi hadits, niscaya tidak akan menemukannya.”